Kamis, 12 Februari 2026

BAHASA INDONESIA BAB 6 - PENGUMUMAN

 

A. Pengertian Pengumuman

Pengumuman adalah pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada banyak orang agar diketahui dan diperhatikan.

Pengumuman biasanya disampaikan melalui:

  • Papan pengumuman
  • Surat edaran
  • Pengeras suara
  • Media sosial
  • Surat resmi

 

B. Tujuan Pengumuman

  1. Memberikan informasi kepada banyak orang.
  2. Mengajak atau mengingatkan.
  3. Memberi tahu perubahan atau kegiatan tertentu.

 

C. Ciri-Ciri Pengumuman

  1. Menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan padat.
  2. Bersifat informatif.
  3. Ditujukan kepada khalayak ramai.
  4. Memuat informasi penting (apa, siapa, kapan, di mana).

 

D. Struktur Pengumuman

  1. Judul (biasanya ditulis “PENGUMUMAN”)
  2. Isi pengumuman (informasi utama)
  3. Penutup (harapan atau ucapan terima kasih)
  4. Nama pembuat/pihak yang mengumumkan

 

E. Contoh Pengumuman



 

Rabu, 11 Februari 2026

MATERI IPAS BAB 6 SUMBER DAYA ALAM

 

1. Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. SDA sangat penting karena digunakan untuk pangan, sandang, papan, energi, dan bahan industri.

 

2. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

A. Berdasarkan Sifat Ketersediaannya

  1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
    SDA yang dapat tersedia kembali secara alami dalam waktu relatif singkat.
    Contoh:
  • Tumbuhan
  • Hewan
  • Air
  • Tanah
  1. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
    SDA yang jumlahnya terbatas dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk kembali.
    Contoh:
  • Minyak bumi
  • Batu bara
  • Gas alam
  • Emas

 

B. Berdasarkan Jenisnya

  1. Sumber Daya Alam Hayati
    SDA yang berasal dari makhluk hidup.
    Contoh: padi, ikan, sapi, kayu.
  2. Sumber Daya Alam Nonhayati
    SDA yang berasal dari benda tak hidup.
    Contoh: air, tanah, udara, batu, mineral.

 

3. Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dimanfaatkan manusia untuk:

  • Bahan makanan (beras, ikan, sayur)
  • Bahan bangunan (kayu, pasir, batu)
  • Sumber energi (minyak bumi, gas, air, matahari)
  • Bahan baku industri (karet, besi)

 

4. Pelestarian Sumber Daya Alam

Pelestarian SDA penting agar tetap tersedia untuk generasi mendatang. Cara melestarikan SDA antara lain:

  • Menghemat penggunaan air dan listrik
  • Menanam kembali pohon (reboisasi)
  • Menggunakan SDA secara bijak
  • Mendaur ulang barang bekas

 

Rabu, 04 Februari 2026

IPAS BAB 6 - KEANEKARAGAMAN HAYATI FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA

 

Solar Industri

A. Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah keberagaman makhluk hidup yang ada di bumi, meliputi tumbuhan (flora), hewan (fauna), dan mikroorganisme.
Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

B. Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati terdiri atas tiga tingkatan, yaitu:

1. Keanekaragaman Gen

Perbedaan sifat dalam satu jenis makhluk hidup.
Contoh:

  • Padi IR, padi rojolele, padi pandan wangi
  • Mangga harum manis, mangga golek, mangga manalagi
Contoh pada gambar keanekaragaman jenis gen mangga
Biologi Dahsyat


2. Keanekaragaman Jenis

Perbedaan antar jenis makhluk hidup.
Contoh:

  • Sapi, kambing, dan kerbau
  • Jati, mahoni, dan pinus

3. Keanekaragaman Ekosistem

Perbedaan lingkungan tempat hidup makhluk hidup.
Contoh:

  • Hutan hujan tropis
  • Hutan mangrove
  • Padang rumput
  • Terumbu karang

 

C. Keanekaragaman Flora di Indonesia

Flora Indonesia sangat beragam karena iklim tropis dan tanah yang subur.

1. Jenis Flora di Indonesia

Berdasarkan wilayah, flora Indonesia dibagi menjadi:


Berdasarkan peta di atas, persebaran jenis flora di Indonesia ada 3 wilayah, yaitu wilayah barat (asiatis), wilayah tengah (peralihan), dan wilayah timur (australis). Terdapat garis yang membatasi wilayah-wilayah tersebut, yaitu garis wallace dan garis webber.
Garis Wallace adalah garis imajiner yang membatasi persebaran fauna Asiatis dan fauna Peralihan di Indonesia.
Garis Weber adalah garis imajiner yang membatasi fauna Peralihan dan fauna Australis.

a. Flora Indonesia Barat (Asiatis)

Wilayah Barat (Asiatis) berada di Paparan Sunda (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan)

Ciri: banyak pohon besar dan berdaun lebar.
Contoh:

  • Jati
  • Mahoni
  • Rafflesia arnoldi
    Wilayah: Sumatra, Jawa, Kalimantan

b. Flora Indonesia Tengah (Peralihan)

Ciri: tumbuhan tahan kekeringan.
Contoh:

  • Cendana
  • Lontar
    Wilayah: Sulawesi, Nusa Tenggara

c. Flora Indonesia Timur (Australis)

Ciri: tumbuhan berdaun kecil dan keras.
Contoh:

  • Sagu
  • Eucalyptus
    Wilayah: Maluku, Papua

 

D. Keanekaragaman Fauna di Indonesia

Fauna Indonesia juga sangat beragam dan unik.

1. Pembagian Fauna Indonesia

Fauna Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah:



a. Fauna Asiatis

Ciri: ukuran tubuh besar, banyak mamalia.
Contoh:

  • Gajah Sumatra
  • Harimau
  • Orangutan
    Wilayah: Sumatra, Jawa, Kalimantan

b. Fauna Peralihan (Wallacea)

Ciri: campuran fauna Asiatis dan Australis.
Contoh:

  • Komodo
  • Anoa
  • Babirusa
    Wilayah: Sulawesi, Nusa Tenggara

c. Fauna Australis

Ciri: banyak hewan berkantung dan burung berwarna cerah.
Contoh:

  • Kanguru pohon
  • Cenderawasih
  • Kasuari
    Wilayah: Papua dan sekitarnya

 

E. Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kehidupan manusia, antara lain:

  1. Sumber makanan
  2. Sumber obat-obatan
  3. Sumber bahan sandang dan papan
  4. Menjaga keseimbangan ekosistem
  5. Objek penelitian dan pariwisata

F. Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati

Beberapa kegiatan manusia dapat mengancam keanekaragaman hayati, seperti:

  • Penebangan hutan liar
  • Perburuan hewan
  • Pencemaran lingkungan
  • Kebakaran hutan

G. Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan cara:

  1. Cagar alam
  2. Suaka margasatwa
  3. Taman nasional
  4. Penanaman kembali hutan (reboisasi)
  5. Tidak membuang sampah sembarangan

H. Rangkuman

  • Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi.
  • Keanekaragaman hayati terdiri dari gen, jenis, dan ekosistem.
  • Flora dan fauna Indonesia terbagi menjadi wilayah barat, tengah, dan timur.
  • Keanekaragaman hayati harus dijaga dan dilestarikan.

 

Senin, 02 Februari 2026

PENDIDIKAN PANCASILA BAB 3 - KEBERAGAMAN RUMAH DAN TARIAN TRADISIONAL

 RUMAH ADAT

A. Pengertian Rumah Tradisional

Rumah tradisional adalah rumah adat yang dibangun oleh masyarakat suatu daerah dengan ciri khas tertentu. Ciri khas tersebut terlihat dari bentuk bangunan, bahan yang digunakan, ukiran, serta fungsi rumah yang mencerminkan budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat.

Rumah tradisional merupakan salah satu wujud keberagaman budaya bangsa Indonesia yang harus kita kenal, hargai, dan lestarikan.

 

B. Keberagaman Rumah Tradisional di Indonesia

Indonesia memiliki banyak suku bangsa, sehingga rumah tradisionalnya pun sangat beragam. Setiap daerah memiliki rumah adat yang berbeda sesuai dengan kondisi alam, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakatnya.

Beberapa contoh rumah tradisional di Indonesia antara lain:

  1. Rumah Gadang (Sumatra Barat)
  2. Rumah Joglo (Jawa Tengah dan Yogyakarta)
  3. Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan)
  4. Rumah Honai (Papua)
  5. Rumah Limas (Sumatra Selatan)
  6. Rumah Bolon (Sumatra Utara)

 

C. Ciri-Ciri Rumah Tradisional

Rumah tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk khas sesuai daerah asalnya
  • Dibangun menggunakan bahan alam, seperti kayu, bambu, dan ijuk
  • Mengandung nilai adat dan filosofi kehidupan masyarakat
  • Digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat kegiatan adat

 

D. Fungsi Rumah Tradisional

Rumah tradisional memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Sebagai tempat tinggal keluarga
  2. Sebagai tempat upacara adat
  3. Sebagai simbol identitas dan kebanggaan daerah
  4. Sebagai sarana pelestarian budaya

 

E. Nilai-Nilai Pancasila dalam Keberagaman Rumah Tradisional

Keberagaman rumah tradisional mencerminkan nilai-nilai Pancasila, antara lain:

  • Sila ke-1: Rasa syukur kepada Tuhan atas alam dan budaya
  • Sila ke-2: Saling menghargai perbedaan budaya
  • Sila ke-3: Persatuan dalam keberagaman budaya
  • Sila ke-4: Musyawarah dalam pembangunan rumah adat
  • Sila ke-5: Keadilan sosial melalui gotong royong

 

F. Sikap yang Harus Ditunjukkan terhadap Keberagaman Rumah Tradisional

Sebagai pelajar, sikap yang harus kita tunjukkan antara lain:

  • Menghargai perbedaan rumah adat setiap daerah
  • Tidak meremehkan budaya daerah lain
  • Bangga terhadap budaya Indonesia
  • Ikut melestarikan budaya bangsa

 

TARIAN TRADISIONAL

A. Pengertian Tari Tradisional

Tari tradisional adalah tarian yang berkembang di suatu daerah dan diwariskan secara turun-temurun. Tari tradisional biasanya memiliki gerakan khas, iringan musik daerah, kostum khusus, serta makna yang berkaitan dengan adat istiadat dan budaya masyarakat setempat.

Tari tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang menunjukkan keberagaman bangsa.

 

B. Keberagaman Tari Tradisional di Indonesia

Indonesia memiliki ratusan tari tradisional yang berasal dari berbagai daerah. Keberagaman tari tradisional dipengaruhi oleh perbedaan suku, budaya, adat istiadat, dan kondisi lingkungan.

Beberapa contoh tari tradisional di Indonesia antara lain:

  1. Tari Saman (Aceh)
  2. Tari Piring (Sumatra Barat)
  3. Tari Kecak (Bali)
  4. Tari Jaipong (Jawa Barat)
  5. Tari Gambyong (Jawa Tengah)
  6. Tari Cakalele (Maluku)

 

C. Ciri-Ciri Tari Tradisional

Tari tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Gerakan mencerminkan budaya daerah
  • Diiringi musik tradisional
  • Menggunakan busana dan properti khas daerah
  • Mengandung nilai adat dan makna tertentu
  • Dipentaskan pada acara adat atau upacara tertentu

 

D. Fungsi Tari Tradisional

Tari tradisional memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Sebagai sarana hiburan
  2. Sebagai bagian dari upacara adat
  3. Sebagai media pelestarian budaya
  4. Sebagai sarana pendidikan nilai-nilai luhur

 

E. Nilai-Nilai Pancasila dalam Keberagaman Tari Tradisional

Keberagaman tari tradisional mencerminkan nilai-nilai Pancasila, yaitu:

  • Sila ke-1: Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan
  • Sila ke-2: Menghargai martabat dan budaya manusia
  • Sila ke-3: Persatuan dalam keberagaman budaya
  • Sila ke-4: Kerja sama dan musyawarah dalam pertunjukan tari
  • Sila ke-5: Keadilan sosial melalui kesempatan melestarikan budaya

 

F. Sikap yang Harus Ditunjukkan terhadap Keberagaman Tari Tradisional

Sikap yang perlu ditunjukkan oleh siswa antara lain:

  • Menghargai tari tradisional dari daerah lain
  • Bangga terhadap budaya Indonesia
  • Tidak mengejek atau meremehkan budaya daerah
  • Ikut melestarikan tari tradisional

 

Kamis, 29 Januari 2026

BAHASA INDONESIA KELAS 5 - KALIMAT PERINTAH

 


1. Pengertian Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk menyuruh, meminta, mengajak, melarang, atau memberi petunjuk kepada orang lain agar melakukan suatu tindakan.

Contoh:

  • Tolong tutup pintu itu!
  • Jangan membuang sampah sembarangan!
  • Ayo kita belajar bersama!

 

2. Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Kalimat perintah memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Biasanya diakhiri tanda seru (!)
  2. Menggunakan kata kerja (verba)
  3. Subjek sering tidak disebutkan
  4. Intonasi perintah (tegas atau lembut)
  5. Menggunakan kata khusus seperti: tolong, silakan, ayo, jangan

 

3. Jenis-Jenis Kalimat Perintah

a. Kalimat Perintah Biasa

Digunakan untuk menyuruh secara langsung.
Contoh:

  • Bersihkan papan tulis itu!

b. Kalimat Perintah Permintaan

Digunakan untuk meminta dengan sopan.
Contoh:

  • Tolong ambilkan buku itu.

c. Kalimat Perintah Ajakan

Digunakan untuk mengajak melakukan sesuatu bersama.
Contoh:

  • Mari kita menjaga kebersihan lingkungan.

d. Kalimat Perintah Larangan

Digunakan untuk melarang suatu perbuatan.
Contoh:

  • Jangan berisik di perpustakaan!

e. Kalimat Perintah Petunjuk

Digunakan untuk memberi arahan atau langkah-langkah.
Contoh:

  • Bacalah soal dengan teliti sebelum menjawab.

 

4. Kata-Kata yang Sering Digunakan

  • Tolong, silakan → permintaan
  • Ayo, mari → ajakan
  • Jangan → larangan

 

5. Fungsi Kalimat Perintah

Kalimat perintah berfungsi untuk:

  • Mengatur kegiatan
  • Memberi arahan
  • Menjaga ketertiban
  • Menyampaikan larangan
  • Mengajak bekerja sama

 


Rabu, 28 Januari 2026

IPAS BAB 6 - INDONESIA YANG KAYA

KONDISI GEOGRAFIS WILAYAH INDONESIA SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN, MARITIM, DAN AGRARIS SERTA KEKAYAAN ALAM 

Unsur-Unsur Peta

A. Pengertian Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi atau sebagian wilayah bumi yang diperkecil dan digambar pada bidang datar dengan skala tertentu serta menggunakan simbol-simbol.

Peta digunakan untuk mengetahui letak suatu tempat, arah, jarak, dan kondisi wilayah.

B. Tujuan dan Manfaat Peta

1. Tujuan Pembuatan Peta

  • Menunjukkan letak suatu wilayah
  • Memberikan informasi geografis suatu daerah
  • Membantu manusia memahami kondisi wilayah

2. Manfaat Peta

  • Mengetahui lokasi suatu tempat
  • Menentukan arah perjalanan
  • Menghitung jarak antartempat
  • Mengetahui keadaan alam dan buatan manusia

C. Unsur-Unsur Peta

Agar peta mudah dipahami, peta harus memiliki beberapa unsur berikut.

1. Judul Peta

Judul peta menunjukkan isi atau tema peta.

Contoh:

  • Peta Persebaran Penduduk Indonesia
  • Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah

2. Skala Peta

Skala peta adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan.

Jenis-jenis Skala:

  • Skala angka → 1 : 1.000.000
  • Skala garis → berupa garis berukuran tertentu
  • Skala verbal → 1 cm pada peta = 1 km di lapangan

Fungsi skala:
Untuk mengetahui jarak sebenarnya.

3. Legenda

Legenda adalah keterangan tentang arti simbol-simbol yang digunakan pada peta.

Fungsi legenda:
Memudahkan pembaca memahami isi peta.

4. Simbol Peta

Simbol peta adalah gambar atau tanda tertentu yang digunakan untuk mewakili objek di permukaan bumi.

Jenis-jenis Simbol:

  • Simbol titik → kota, pelabuhan
  • Simbol garis → sungai, jalan, batas wilayah
  • Simbol area → hutan, laut, sawah

5. Arah Mata Angin

Arah mata angin menunjukkan arah pada peta, biasanya ditunjukkan dengan panah utara (U).

Arah mata angin:

  • Utara (U)
  • Selatan (S)
  • Timur (T)
  • Barat (B)

6. Garis Astronomis

Garis astronomis adalah garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menentukan letak suatu tempat secara astronomis.

  • Garis lintang → membentang dari barat ke timur
  • Garis bujur → membentang dari utara ke selatan

7. Inset Peta

Inset adalah peta kecil yang terdapat di dalam peta utama.

Fungsi inset:

  • Menunjukkan letak wilayah pada area yang lebih luas
  • Memperjelas bagian peta yang terlalu kecil

8. Warna Peta

Warna pada peta digunakan untuk membedakan kenampakan wilayah.

Contoh penggunaan warna:

  • Biru → perairan
  • Hijau → dataran rendah
  • Cokelat → dataran tinggi
  • Merah → jalan atau batas wilayah

9. Garis Tepi (Bingkai Peta)

Garis tepi adalah garis yang membatasi bagian peta.

Fungsi garis tepi:
Agar peta terlihat rapi dan jelas.

10. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta

Sumber dan tahun menunjukkan asal data dan waktu pembuatan peta.

Fungsi:
Mengetahui keakuratan dan kebaruan data peta.

D. Contoh Unsur Peta Lengkap

Dalam satu peta biasanya terdapat:

  • Judul
  • Skala
  • Legenda
  • Simbol
  • Arah mata angin
  • Inset
  • Garis astronomis
  • Warna
  • Garis tepi
  • Sumber dan tahun

Kondisi Geografis Indonesia

A. Letak dan Kondisi Geografis Indonesia

1. Letak Geografis Indonesia

Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yaitu:

  • Benua Asia dan Benua Australia
  • Samudra Hindia dan Samudra Pasifik

Letak ini membuat Indonesia memiliki jalur perdagangan internasional yang strategis dan kaya akan sumber daya alam.

 

2. Kondisi Wilayah Indonesia

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan beragam, terdiri atas:

  • Wilayah daratan
  • Wilayah perairan (laut)

Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, baik besar maupun kecil, sehingga disebut negara kepulauan.

 

B. Indonesia sebagai Negara Kepulauan

1. Pengertian Negara Kepulauan

Negara kepulauan adalah negara yang wilayahnya terdiri dari banyak pulau yang dipisahkan oleh laut.

2. Ciri-ciri Negara Kepulauan

  • Memiliki banyak pulau
  • Wilayah laut lebih luas daripada daratan
  • Antarpulau dihubungkan oleh transportasi laut dan udara

3. Dampak Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Dampak positif:

  • Kaya sumber daya laut
  • Memiliki keanekaragaman budaya
  • Jalur pelayaran internasional

Dampak negatif:

  • Transportasi antarpulau membutuhkan biaya besar
  • Pemerataan pembangunan tidak merata

 

C. Indonesia sebagai Negara Maritim

1. Pengertian Negara Maritim

Negara maritim adalah negara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut dan kehidupan penduduknya bergantung pada laut.

2. Ciri-ciri Negara Maritim Indonesia

  • Wilayah laut sangat luas
  • Banyak penduduk bekerja sebagai nelayan
  • Memiliki hasil laut yang melimpah

3. Potensi Kelautan Indonesia

  • Perikanan (ikan, udang, rumput laut)
  • Pariwisata bahari (pantai, terumbu karang)
  • Jalur pelayaran dan perdagangan laut

 

D. Indonesia sebagai Negara Agraris

1. Pengertian Negara Agraris

Negara agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian.

2. Faktor Pendukung Indonesia sebagai Negara Agraris

  • Tanah yang subur
  • Iklim tropis dengan curah hujan cukup
  • Sinar matahari sepanjang tahun

3. Hasil Pertanian Indonesia

  • Padi
  • Jagung
  • Kelapa sawit
  • Karet
  • Teh dan kopi

 

E. Kekayaan Alam Indonesia

1. Pengertian Kekayaan Alam

Kekayaan alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

 

2. Jenis-jenis Kekayaan Alam Indonesia

a. Kekayaan Alam Hayati

Kekayaan alam yang berasal dari makhluk hidup, seperti:

  • Tumbuhan: padi, kelapa, karet
  • Hewan: ikan, sapi, ayam

b. Kekayaan Alam Nonhayati

Kekayaan alam yang bukan berasal dari makhluk hidup, seperti:

  • Minyak bumi
  • Gas alam
  • Batu bara
  • Emas dan nikel

 

3. Persebaran Kekayaan Alam Indonesia

  • Pulau Jawa: padi dan perkebunan
  • Sumatra: minyak bumi, karet, sawit
  • Kalimantan: batu bara dan hutan
  • Sulawesi: nikel dan hasil laut
  • Papua: emas dan tembaga

 

F. Pemanfaatan dan Pelestarian Kekayaan Alam

1. Pemanfaatan Kekayaan Alam

  • Untuk memenuhi kebutuhan hidup
  • Sebagai sumber mata pencaharian
  • Untuk pembangunan nasional

2. Cara Melestarikan Kekayaan Alam

  • Menghemat penggunaan sumber daya alam
  • Menjaga hutan dan laut
  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Menggunakan sumber daya alam secara bijak

 

Kamis, 22 Januari 2026

BAHASA INDONESIA BAB 6 - HURUF KAPITAL

 

A. Pengertian Huruf Kapital

Huruf kapital adalah huruf besar yang digunakan pada kata atau bagian kalimat tertentu. Penggunaan huruf kapital bertujuan agar tulisan mudah dibaca, jelas, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia berdasarkan EYD (sekarang dikenal sebagai PUEBI).


B. Penggunaan Huruf Kapital yang Benar

1. Huruf Kapital di Awal Kalimat

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama di awal kalimat.

Contoh:

  • Hari ini cuaca sangat cerah.
  • Siswa kelas lima sedang belajar.

2. Huruf Kapital pada Nama Orang

Huruf kapital digunakan pada setiap unsur nama orang.

Contoh:

  • Andi Pratama
  • Siti Aminah

3. Huruf Kapital pada Nama Tempat (Geografis)

Huruf kapital digunakan pada nama tempat seperti kota, provinsi, negara, sungai, dan gunung.

Contoh:

  • Kota Bandung
  • Provinsi Jawa Barat
  • Sungai Kapuas
  • Gunung Merapi

4. Huruf Kapital pada Nama Hari, Bulan, dan Hari Besar

Huruf kapital digunakan pada nama hari, bulan, dan hari besar.

Contoh:

  • Senin
  • Januari
  • Hari Kemerdekaan
  • Idul Fitri

5. Huruf Kapital pada Nama Agama dan Kitab Suci

Huruf kapital digunakan pada nama agama dan kitab sucinya.

Contoh:

  • Islam
  • Kristen
  • Alquran
  • Alkitab

6. Huruf Kapital pada Nama Lembaga, Instansi, dan Organisasi

Huruf kapital digunakan pada setiap kata penting dalam nama lembaga atau organisasi.

Contoh:

  • Sekolah Dasar Negeri Harapan
  • Kementerian Pendidikan
  • Palang Merah Indonesia

7. Huruf Kapital pada Judul

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama setiap kata dalam judul, kecuali kata tugas (di, ke, dari, dan, yang) jika tidak berada di awal.

Contoh:

  • Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan
  • Perjalanan ke Desa Nenek

8. Huruf Kapital pada Sapaan atau Gelar

Huruf kapital digunakan pada sapaan atau gelar yang diikuti nama.

Contoh:

  • Pak Budi
  • Dokter Rina
  • Ibu Guru

9. Huruf Kapital pada Kata Ganti Tuhan

Huruf kapital digunakan pada kata ganti untuk Tuhan.

Contoh:

  • Kita harus bersyukur kepada Tuhan-Nya.
  • Semoga Dia selalu melindungi kita.

C. Kesalahan Umum Penggunaan Huruf Kapital

❌ hari senin
✔️ Hari Senin

❌ saya pergi ke jakarta
✔️ Saya pergi ke Jakarta

❌ pak guru sedang mengajar
✔️ Pak Guru sedang mengajar

BAHASA INDONESIA BAB 6 - PENGUMUMAN

  A. Pengertian Pengumuman Pengumuman adalah pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada banyak orang agar diketahui dan diperhatikan. P...