Apa itu kata dasar?
Selasa, 22 Agustus 2023
Minggu, 23 Juli 2023
PAND PANCASILA UNIT 1 (PANCASILA DALAM KEHIDUPANKU) Pertemuan 1
KONSEP DASAR PANCASILA
Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebelum
merdeka tokoh perjuangan Indonesia telah membentuk suatu badan yaitu Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI
melaksanakan dua kali sidang musyawarah. Sidang Pertama, dilaksanakan
pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 dengan tujuan membahasa dasar negara.
Kemudian pada Sidang Kedua, dilaksanakan pada tanggal 10 - 17
Juli 1945 membahas rancangan Undang-Undang Dasar 1945.
berikut dokumen foto kegiatan BPUPKI saat merumuskan dasar negara Indonesia:
| Foto: Dok. Wikipedia Commons |
Pancasila Ditetapkan Sebagai Dasar Negara
Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus
1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada sidang pengesahan
UUD 1945. Pada sidang ini, PPKI mengesahkan UUD 1945 di mana terdapat rumusan
Pancasila sebagai dasar negara pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Itu dia sejarah rumusan Pancasila sebagai dasar negara.
Berikut bunyi Pancasila sebagaimana disahkan dalam
konstitusi:
- Ketuhanan yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
SEJARAH SINGKAT LAMBANG NEGARA INDONESIA
Pada rapat Panitia (BPUPKI) saat membahas Perancangan
Undang-Undang Dasar 1945 yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan, 13 Juli 1945,
terdapat seorang bernama Parada Harahap yang menyuarakan
dibuatnya lambang negara untuk Indonesia. Melanjutkan proses usulan tersebut
maka pada 16 November 1945, dibentuklah Panitia Indonesia Raya untuk
mencari arti lambang-lambang selama peradaban Indonesia ada. Namun karena masih
terjadi kendala dilanjutkan pada tahun 1947.
Sayembara
Lambang Negara kedua pun dilakukan pada 1950, setelah terbentuknya Panitia
Lencana Negara tanggal 10 Januari 1950 yang diatur langsung oleh Koordinator
Menteri Sultan Hamid. Terdapat dua buah macam desain yang dipilih oleh
pemerintah saat itu. Lukisan tersebut milik Muhammad Yamin dan Sultan Hamid II.
Namun, lambang negara tidak diperoleh secepat itu. Simbol negara memerlukan
pendapat-pendapat dari petinggi lain untuk mencapai kesempurnaannya.
Perbincangan
ini melibatkan Sultan Hamid II, Muhammad Yamin, dan Soekarno. Sebenarnya, karya
Sultan Hamid II yang dipilih oleh Soekarno dan para anggota DPR. Akan tetapi,
Muhammad Yamin yang tidak terpilih, ikut serta memberikan masukkan pada lukisan
Sultan Hamid II. Lalu, Soekarno memberikan usul pencantuman semboyan “Bhineka
Tunggal Ika” pada pita di kaki burung.
Arti
Lambang Garuda Pancasila
Lambang
Garuda Pancasila merupakan lambang negara yang terdiri atas kumpulan
lambang-lambang yang memiliki arti dan makna tersurat maupun tersirat. Berikut
ulasannya:
1.
Burung Garuda
Lambang
Pancasila adalah Garuda Pancasila yang berwujud Burung Garuda. Burung Garuda
merupakan raja dari segala burung yang juga dikenal sebagai Burung Sakti Elang
Rajawali.
Burung
Garuda melambang kekuatan dan gerak yang dinamis yang terlihat dari sayapnya
yang mengembang, siap terbang ke angkasa.
Dengan
sayapnya yang mengembang siap terbang ke angkasa, melambangkan dinamika dan
semangat untuk menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia.
2.
Cengkraman Kaki Burung Garuda
Kedua
kaki Burung Garuda yang kokoh mencengkeram pita putih yang bertuliskan seloka
yang berbunyi: Bhinneka Tunggal Ika. Seloka ini diambil dari buku buku
Sutasoma, karangan Empu Tantular.
Bhinneka
Tunggal Ika, berarti "berbeda-beda tetapi satu jua". Slogan ini
menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki perbedaan suku, agama, budaya,
dan sebagainya.
3.
Warna Emas
Warna
pokok dari Burung Garuda, adalah kuning emas. Warna kuning emas melambangkan
keagungan. Bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi martabat bangsa yang
bersifat agung dan luhur.
4.
Jumlah Bulu
Jumlah
bulu yang berada pada Garuda Pancasila terkait dengan kelahiran Negara Kesatuan
Republik Indonesia, di antaranya:
-
Bulu pada sayap kanan dan kiri, masing-masing berjumlah 17 helai (menunjukkan
tanggal 17)
-
Bulu ekor berjumlah delapan helai (menunjukkan bulan 8 atau Agustus).
-
Di bawah kalung perisai yang menghubungkan dengan ekor terdapat bulu berjumlah
19 dan bulu pada leher berjumlah 45 (menunjukkan angka tahun 1945)
Angka-angka
yang menunjuk tanggal 17 Agustus 1945 ini bermakna historis untuk membangun
proses penyadaran bagi setiap warga negara Indonesia agar menghargai waktu dan
selalu mengingat sejarahnya.
5.
Perisai
Perisai
merupakan lambang perjuangan dan perlindungan, karena perisai sering dibawa ke
medan perang oleh para prajurit untuk melindungi diri dari serangan musuh.
Garis
melintang yang membagi perisai menjadi ruang atas dan bawah melambangkan garis
Khatulistiwa yang memang membelah Kepulauan Indonesia.
Perisai
yang merupakan lambang perjuangan dan perlindungan ini terbagi atas lima
bagian, yang masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila.
Arti
Lambang Sila Ke-1
Bunyi sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa.
Bintang
menjadi simbol sila pertama yang menggambarkan sebuah cahaya, seperti cahaya
kerohanian yang berasal dari Tuhan kepada setiap manusia.
Di
bagian bintang, terdapat latar berwarna hitam. Latar tersebut melambangkan
warna alam yang asli yang memiliki Tuhan, bukanlah sekadar rekaan manusia,
tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini
ada.
Arti
Lambang Sila Ke-2
Bunyi
sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Rantai
pada simbol sila kedua terdiri atas mata rantai yang berbentuk segi empat dan
lingkaran yang saling berkaitan membentuk lingkaran.
Keterkaitan
itu memiliki makna bahwa bangsa Indonesia saling terkait erat, saling
bahu-membahu, dan saling membutuhkan.
Arti
Lambang Sila Ke-3
Bunyi
sila ketiga: Persatuan Indonesia.
Pohon
Beringin merupakan pohon besar yang bisa digunakan oleh banyak orang sebagai
tempat berteduh di bawahnya.
Hal
tersebut dikorelasikan sebagai Negara Indonesia, di mana semua rakyat Indonesia
dapat 'berteduh' di bawah naungan Negara Indonesia.
Tak
hanya itu saja, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke segala
arah. Hal ini dikorelasikan dengan keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah
nama Indonesia.
Arti
Lambang Sila Ke-4
Bunyi
sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan.
Kepala
Banteng memiliki filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, seperti
halnya musyawarah, di mana orang-orang berdiskusi untuk melahirkan suatu
keputusan.
Arti
Lambang Sila Ke-5
Bunyi
sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Lambang padi dan kapas merupakan simbol pangan dan sandang yang menyiratkan makna bahwa syarat utama negara yang adil ialah yang bisa mencapai kemakmuran untuk rakyatnya secara merata.
KAPAN DITETAPKAN HARI PANCASILA
Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni
merupakan salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia.
Pasalnya, di tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada
momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar
negara Republik Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya
pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas
mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka.
Dalam sidang kedua BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.
Selasa, 30 Mei 2023
MATERI TEMA 9 KELAS 5
A. Rangkuman Muatan PPKN
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.2 | Mengidentifikasi pelaksanaan kewajiban dan hak sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-har |
| 4.2 | Menyajikan hasil identifikasi pelaksanaan kewajiban dan hak sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari |
Subtema 1: Kekayaan Sumber Energi di Indonesia
- Rasa persatuan dan kesatuan menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lain.
- Menjalin rasa kemanusian dan sikap saling toleransi serta rasa harmonis untuk hidup berdampingan secara rukun dan damai.
- Menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan, dan sikap tolong-menolong antarsesama, serta sikap nasionalisme.
Manfaat hidup rukuan antara lain
- Hidup rukun dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
- Hidup rukun dapat menumbuhkan rasa salling mengasihi dan menyayangi antar sesama
- Hidup rukun dapat menjali tali silaturahmi lebih erat.
- Hidup rukun dapat menenangkan hati dan pikiran
- Hidup rukun dapat menjadikan hidup lebih harmonis.
- Festival budaya nusantara
- Toleransi dan hidup berdampingan dalam perbedaan
- Semangat kekeluargaan dan tolong menolong
- Berkumpul bersama menonton televisi di ruang keluarga.
- Membiasakan beribadah bersama.
- Membersihkan rumah bersama-sama
- Melakukan piket kelas
- Tidak membedakan teman
- Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah
- Senam bersama
- Membantu tetangga yang terkena musibah
- Ikut kerja bakti lingkungan
- Ikut serta siskamling
| No. | Contoh perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan | Contoh perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan |
|---|---|---|
| 1. | Membersihkan lingkungan bersama-sama | Tidak pernah ikut serta dalam membersihkan lingkungan. |
| 2. | Menghormati perbedaan (agama, suku, daerah, adat, dan kebudayaan) dalam masyarakat. | Selalu mempermasalahkan perbedaan (agama, suku, daerah, adat, dan kebudayaan) dalam masyarakat. |
| 3. | Mengutamakan kepentingan umum. | Mengutamakan kepentingan pribadi. |
| 4. | Bermain dengan siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, ataupun daerah | Bermain dengan teman yang memiliki persamaan suku, agama, ras, ataupun daerah |
- Terjadi pertengkaran di dalam keluarga
- Kurangnya kerukunan di dalam keluarga
- Kurangnya keakraban di dalam keluarga.
- Sombong dan tidak peduli dengan sesama teman.
- Membeda-bedakan teman
- Mengolok-olok teman
- Terjadi tawuran
- Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain
- Kepentingan golongan maupun suku masing-masing lebih diutamakan dalam masyarakat
- Tidak adanya kerja sama yang terjalin antarwarga masyarakat
- Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam bermasyarakat.
- Perpecahan bangsa
- Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa.
- Mengadakan festival budaya,
- Mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di setiap acara resmi di mana pun berada,
- Menjalankan pemerintahan secara adil dan terbuka,
- Mengadakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,
- Menciptakan kebebasan masyarakat untuk memeluk agama dan melakukan ibadah sesuai agamanya masing-masing,
- Membina sikap saling menghormati dan menghargai antarpemeluk agama,
- Mengadakan peringatan hari-hari besar nasional dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.
- peserta didik bersikap sombong dan memilih-milih teman di sekolah,
- pertengkaran antarwarga,
- tawuran antarpelajar atau warga,
- merendahkan atau mengejek agama lain sehingga terjadi perselisihan,
- konflik antarsuku, dan lain-lain.
- Menghargai pendapat orang lain.
- Menghargai hasil karya orang lain.
- Membina hubungan baik.
- Saling menghormati.
- Saling menyayangi.
- Tidak adanya pertengkaran.
- Hidup dalam keluarga menjadi harmonis.
- Hidup menjadi aman.
- Hidup menjadi tenteram dan damai.
- Memperkukuh persatuan dan kesatuan.
- Mudah terjadi pertengkaran.
- Kehidupan menjadi tidak tenteram.
- Mudah terkena hasutan orang lain.
- Terjadi perpecahan karena tidak adanya rasa persatuan dan kesatuan.
B. Rangkuman Muatan Bahasa Indonesia
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.3 | Menggali informasi dari seorang tokoh melalui wawancara menggunakan daftar pertanyaan |
| 4.3 | Melaporkan hasil wawancara menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif dalam bentuk teks tulis |
- Nama produk.
- Gambar yang menarik.
- Kalimat iklan.
- Keunggulan produk.
- Harga produk.
- Nomor telepon.
- Alamat pengiklan.
- Menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.
- Menggunakan bahasa yang memikat dan memiliki daya sugesti.
- Menggunakan kata konotasi positif.
- Isinya bersifat objektif, jujur, singkat, jelas, dan menarik.
- Nama produk.(Toko Mas Subuir)
- Gambar produk.
- Kalimat iklan.(Jual beli perhiasan, logam mulia)
- Keunggulan produk (No. 1, Quality Guaranted)
- Nomor telepon (08573432116)
- Alamat pengiklan.(Jalan Mulia Selatan 65 Jakarta)
- Perhatian (Attention). Iklan yang baik harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.
- Minat (Interest). Setelah mendapat perhatian, unsur iklan harus ditingkatkan menjadi minat. Apabila minat sudah ada, maka akan timbul rasa ingin tahu secara rinci dalam diri konsumen.
- Keinginan (Desire). Iklan hendaknya mencakup cara untuk menggerakkan keinginan konsumen.
- Rasa Percaya (Conviction). Untuk mendapat rasa percaya dalam diri konsumen, sebuah iklan harus ditunjang berbagai kegiatan peragaan. Kegiatan peragaan& di antaranya seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.
- Tindakan (Action). Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.
- Pilihan kata yang digunakan menarik, tepat, logis, dan sopan.
- Pilihan kata yang digunakan memiliki sugesti bagi khalayak.
- Pilihan kata yang digunakan menonjolkan informasi yang dipentingkan.
- Pilihan kata yang digunakan menunjukkan sasaran.
- Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk jasa.
- Memengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk jasa.
- Menyarankan seseorang untuk membeli dan menggunakan suatu produk jasa yang diiklankan.
- Memberi informasi tentang produk jasa.
- Menarik khalayak ramai.
- Informatif
- Komunikatif
- Bahasanya singkat dan padat
- Menarik
- Terdiri atas 2 sampai 3 baris. Informasi yang terkandung di dalamnya hanya informasi penting saja. Ditulis secara singkat, padat, namun jelas.
- Dikelompokkan sesuai dengan jenis barang atau jasa yang ditawarkan.
- Berupa kalimat-kalimat pendek dan biasanya menggunakan singkatan- singkatan untuk menghemat tempat.
- Sebagian iklan baris dilengkapi dengan gambar ukuran kecil dan tidak berwarna.
- Dilengkapi dengan nomor telepon penjual untuk dihubungi pembeli.
- Tidak menggunakan ilustrasi grafis.
- Biaya pemasangan tergolong murah karena tidak membutuhkan tempat yang lebar.
- Terdiri atas ilustrasi/gambar/foto/bagan dan kata-kata.
- Ukurannya lebih besar dari/pada iklan baris, bahkan ada yang penuh satu halaman koran.
- Berisi penawaran, ajakan, dan bujukan untuk membeli produk/barang yang ditawarkan. Bisa juga berupa iklan pribadi atau keluarga yang berisi misalnya berita pernikahan, berita duka cita, atau ucapan terima kasih.
- Menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.
- Menggunakan bahasa yang memikat dan memiliki daya sugesti.
- Menggunakan kata konotasi positif.
- Isinya bersifat objektif, jujur, singkat, jelas, dan menarik.
C. Rangkuman Muatan IPA
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.5 | Mengidentifikasi berbagai sumber energi, perubahan bentuk energi, dan sumber energi alternatif (angin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-har |
| 4.5 | Menyajikan laporan hasil pengamatan dan penelusuran informasi tentang berbagai perubahan bentuk ener |
Subtema 1: Kekayaan Sumber Energi di Indonesia
| Nama Benda | Zat Penyusun |
|---|---|
| Air | Air |
| Kapur Tulis | Kapur |
| Air Garam | Air dan garam |
| Gula pasir | Gula pasir |
| Minuman Kopi Tumbuk | Air dan Kopi |
| Kawat Tembaga | Tembaga |
- Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa.
- Campuran dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya
- Perbandingan massa zat-zat penyusunnya tidak tetap.
- Sifat campuran sama dengan sifat zat-zat penyusunnya.
| No. | Jenis Campuran | Komponen Penyusun Campuran | Sifat Campuran |
|---|---|---|---|
| 1. | Air Sirop (homogen) | Air mineral, gula, dan sari buah | Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa. |
| 2. | Air Kopi (Heterogen) | Air, Gula, dan Kopi | Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa. |
| 3. | Air Teh Manis (Heterogen) | Air, Gula, dan Teh | Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa. |
| 4. | Es Krim (Homogen) | Air, Susu, dan Gula | Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa. |
D. Rangkuman Muatan IPS
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.1 | Mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi |
| 4.1 | Menyajikan hasil identifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi |
Subtema 1: Kekayaan Sumber Energi di Indonesia
| No. | Ketampakan Alam Wilayah Daratan | Ciri-ciri | No. | Ketampakan Alam Wilayah perairan | Ciri-ciri |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Dataran rendah | Memiliki ketinggian kurang dari 200 meter di atas permukaan laut | 1. | Rawa | Biasanya banyak terdapat tumbuhan air seperti eceng gondok. |
| 2. | Dataran tinggi | Terletak pada ketinggian 300-600 meter di atas permukaan laut. | 2. | Danau | Terbentuk dan berasal dari letusan gunung berapi, atau gerakan tanah |
| 3. | Gunung | Memiliki ketinggian lebih dari 600 meter di atas permukaan laut | 3. | Sungai | Bagian hulu berukuran kecil dan bagian hilir lebih besar |
| 4. | Pegunungan | Mencapai ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut | 4. | Teluk | Dibatasi oleh daratan pada ketiga sisinya dan menjorok ke daratan |
| 5. | Tanjung | Tanahnya menjorok ke laut. | 5. | Selat | Lautnya sempit &berada di antara dua pulau. |
- Tidak mencela dan merendahkan mata pencaharian orang lain.
- Menghormati orang yang sedang bekerja.
- Menghargai pekerjaan orang lain.
- Membiasakan membeli produk-produk lokal.
- Membiasakan mengonsumsi makanan dan buah-buahan dalam negeri.
E. Rangkuman Muatan SBdP
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.2 | Mengetahui tanda tempo dan tinggi rendah nada |
| 4.2 | Menyanyikan lagu dengan memperhatikan tempo dan tinggi rendah nada |
Subtema 1: Kekayaan Sumber Energi di Indonesia
- Tangga nada minor asli masih merupakan nada-nada pokok, belum mendapat nada sisipan. Berikut contoh tangga nada minor asli.
- Tangga nada minor harmonis adalah tangga nada dengan nada ketujuh dinaikkan setengah laras. Pada saat turun jaraknya tetap sama. Berikut contoh tangga nada minor harmonis.
- Tangga nada minor melodis adalah tangga nada minor asli dengan nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada saat turun nada ke-6 dan ke-7 diturunkan setengah laras.
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.3 | Memahami pola lantai dalam tari kreasi daerah |
| 4.3 | Mempraktikkan pola lantai pada gerak tari kreasi daerah |
| Kompetensi Dasar | |
|---|---|
| 3.4 | Memahami karya seni rupa daerah |
| 4.4 | Membuat karya seni rupa daerah |
- Nglowongi, yaitu proses pemalamam garis bidang pola terluar.
- Nembok, merupakan proses pemalaman untuk menutup bidang pola agar tidak tercelup warna saat dilakukan pencelupan.
- Mbironi, pada dasarnya sama dengan nembok, tapi proses ini hanya dilakukan jika warna biru pada kain direncanakan tetap berwarna biru.
- Nonyok, merupakan pemalaman pada bidang latar. Setelah melalui proses pemalaman, proses selanjutnya, yaitu pewarnaan atau pencelupan dan nglorot atau pengilangan malam, yang biasanya dengan cara mencelupkan ke dalam air panas/mendidih.
BAHASA INDONESIA BAB 6 - PENGUMUMAN
A. Pengertian Pengumuman Pengumuman adalah pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada banyak orang agar diketahui dan diperhatikan. P...
-
Gambar ekspresif adalah gambar yang dibuat secara bebas berdasar pada imajinasi, persepsi, dan penafsiran penggambar kepada obyeknya. Asa...
-
SIKAP TELADAN PARA TOKOH DAN PAHLAWAN PERUMUS DASAR NEGARA INDONESIA Halo anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar tentang para pahlawan ...
-
SENI RUPA DARI TALI 1. Pengertian Karya seni rupa dari tali adalah karya seni yang dibuat dengan memanfaatkan tali sebagai bahan utama m...





