Senin, 24 November 2025

BAHASA INDONESIA BAB 4 - WAWANCARA

 
ruangguru

Wawancara

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang bertanya) dan narasumber (yang memberikan jawaban atau informasi).

Tujuan Wawancara

Tujuan utama wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap tentang suatu hal dari narasumber yang ahli atau terlibat langsung dalam hal tersebut.

Langkah-Langkah Melakukan Wawancara

  1. Persiapan:
    • Menentukan topik wawancara (misalnya: Kebersihan Lingkungan Sekolah).
    • Menentukan narasumber (misalnya: Kepala Sekolah, Petugas Kebersihan, atau Guru).
    • Membuat janji dan memberitahukan tujuan wawancara.
    • Menyusun daftar pertanyaan yang terperinci.
  2. Pelaksanaan:
    • Memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan wawancara dengan sopan.
    • Mengajukan pertanyaan secara jelas dan berurutan.
    • Mencatat atau merekam jawaban narasumber.
    • Mendengarkan jawaban dengan seksama.
  3. Setelah Wawancara:
    • Menyusun hasil wawancara (laporan).
    • Mengucapkan terima kasih kepada narasumber.

 

❓ Kata Tanya (Interogatif)

Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk membentuk pertanyaan. Setiap kata tanya memiliki fungsi tertentu.

Kata Tanya

Fungsi (Untuk Menanyakan)

Contoh Kalimat Tanya

Apa

Benda, hewan, tumbuhan, atau keadaan/perbuatan.

Apa makanan kesukaanmu?

Siapa

Orang atau nama jabatan/profesi.

Siapa nama Kepala Sekolah kita?

Di mana

Tempat atau lokasi.

Di mana kamu membeli buku cerita ini?

Kapan

Waktu (hari, tanggal, jam, tahun, dll.).

Kapan kita akan mengadakan pentas seni?

Mengapa

Sebab atau alasan.

Mengapa kamu terlambat datang ke sekolah?

Bagaimana

Cara, proses, keadaan, atau pendapat.

Bagaimana cara membuat layang-layang?

Berapa

Jumlah atau bilangan.

Berapa harga pensil warna ini?


💬 Kalimat Tanya

Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya mengharapkan respon berupa jawaban. Kalimat tanya yang baik untuk wawancara adalah kalimat yang jelas, singkat, dan terfokus.

Ciri-Ciri Kalimat Tanya

  1. Selalu menggunakan kata tanya (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana, berapa) di awal atau di tengah kalimat.
  2. Di akhir kalimat selalu dibubuhkan tanda tanya (?).
  3. Saat diucapkan, intonasinya biasanya naik di akhir kalimat (kecuali untuk pertanyaan yang sangat panjang).

Contoh Kalimat Tanya yang Baik untuk Wawancara

  • Topik: Kesehatan
  • Narasumber: Dokter
    1. Apa saja gejala awal penyakit demam berdarah, Dokter?
    2. Mengapa menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyakit?
    3. Bagaimana cara yang paling efektif untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat pada anak-anak?
    4. Siapa yang paling rentan tertular virus flu?
    5. Kapan waktu terbaik untuk berolahraga di pagi hari?

 

Minggu, 23 November 2025

MATEMATIKA BAB 4 - LUAS BANGUN DATAR

 Luas bangun datar merupakan isi dalam bidang bangun datar.

Satuan panjang luas adalah diberikan pangkat 2 di akhir satuannya.

Misalnya:

Luas persegi = 20 cm2  

Kali ini kalian akan belajar cara mencari 5 jenis bangun datar dan gabungan bangun datar.

1. Persegi

ruangguru.com

Bangun datar persegi memiliki 4 sisi yang sama panjang.

Rumus luas persegi:

sisi x sisi




Contoh soal:

Zenius Education
Luas persegi di samping adalah ....

Jawaban:

Diketahui 

sisi = 7 cm

Luas = sisi x sisi 

Luas = 7 cm x 7 cm = 49 cm2


2.  Persegi Panjang

bisnis style
Persegi panjang adalah bangun datar yang memiliki 2 panjang yang sama, dan 2 lebar yang sama.

Rumus luas persegi panjang adalah ....

Luas persegi panjang = panjang x lebar



Contoh soal:

orami
Luas persegi panjang di samping adalah ....

Jawaban:

Diketahui : 

p = 10 cm

l = 5 cm

Luas = p x l = 10 cm x 5 cm = 50 cm2



3. Segitiga

Pras Academy









Contoh soal:

Luas segitiga  di samping adalah ....

Jawaban:

Diketahui 

a = 12 cm

t = 7 cm

Luas = 1/2 x 12 cm x 7 cm = 42 cm2

4. Belah Ketupat

Cerdika
Belah ketupat memiliki dua diagonal yang berpotongan tegak lurus. 

diagola 1 dan diagonal 2

Rumus luas belah ketupat :

Luas = 1/2 x d1 x d2


Contoh soal
ruangguru

Luas belah ketupat di samping adalah ....
Jawaban:

Diketahui
d 1 = 12 cm + 12 cm = 24 cm
d2 = 9 cm + 9 cm = 18 cm

Luas = 1/2 x 24 x 18 = 12 x 18 = 216 cm2




5. Jajar Genjang


Rumus jajar genjang adalah

Luas = alas x tinggi






Contoh soal

detik.com
Luas jajar genjang di samping adalah ....

Jawaban:

Diketahui :

alas = 10 cm

tinggi = 8 cm

Luas = 10 cm x 8 cm = 80 cm2  


PENDIDIKAN PANCASILA BAB 2 - HAK DAN KEWAJIBAN

 

https://wayground.com/

1. Pengertian Hak

Hak adalah segala sesuatu yang berhak kita dapatkan sebagai manusia atau warga negara.
Hak diberikan agar kita bisa hidup dengan baik, aman, dan sejahtera.

Contoh Hak Anak di Sekolah

  • Hak mendapat pendidikan.
  • Hak bermain di waktu istirahat.
  • Hak menyampaikan pendapat dengan sopan.
  • Hak mendapat perlindungan dan rasa aman.

Contoh Hak di Rumah:

  • Mendapat kasih sayang dan perlindungan dari orang tua.
  • Mendapat makanan dan tempat tinggal yang layak.
  • Mendapat waktu bermain dan istirahat.

 

2. Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab.
Jika kewajiban dilaksanakan, hak kita akan berjalan dengan baik.

Contoh Kewajiban Anak di Sekolah

  • Kewajiban mengikuti pelajaran dengan tertib.
  • Kewajiban menjaga kebersihan kelas.
  • Kewajiban menaati peraturan sekolah.
  • Kewajiban menghormati guru dan teman.

 Contoh Kewajiban di Rumah:

  • Membantu orang tua merapikan rumah.
  • Belajar dengan rajin.
  • Menjaga kebersihan kamar sendiri.

3. Hubungan Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban selalu berpasangan dan tidak bisa dipisahkan.

  • Jika kita ingin mendapat hak, kita harus melaksanakan kewajiban.
  • Jika kewajiban tidak dilakukan, maka hak bisa terganggu.

Contoh Hubungan Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban seperti dua sisi mata uang, mereka tidak bisa dipisahkan.

Prinsip Keseimbangan:

Kita baru boleh menuntut Hak kita, setelah kita melaksanakan Kewajiban kita dengan baik.

Hak

Kewajiban

Hak mendapatkan udara bersih

Kewajiban menjaga kebersihan lingkungan

Hak untuk belajar

Kewajiban mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran

Hak mendapat kasih sayang keluarga

Kewajiban menghormati orang tua

Hak bermain

Kewajiban menjaga sikap saat bermain

 

4. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Norma dibuat agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan harmonis.

Jenis-Jenis Norma

  1. Norma Agama → aturan berdasarkan ajaran agama.
  2. Norma Kesusilaan → aturan tentang baik dan buruk.
  3. Norma Kesopanan → aturan tentang tata krama dan sopan santun.
  4. Norma Hukum → aturan yang dibuat pemerintah dan bersifat mengikat serta tegas.

 

5. Hubungan Hak, Kewajiban, dan Norma

Hak dan kewajiban dapat berjalan dengan baik jika dilindungi dan diatur oleh norma.

Penjelasannya:

  • Norma membantu kita mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
  • Dengan mematuhi norma, kita dapat menjalankan kewajiban dengan benar.
  • Jika kewajiban terpenuhi, hak semua orang juga akan terpenuhi.
  • Norma mencegah terjadinya pertengkaran, ketidakadilan, dan pelanggaran hak orang lain.

Contoh Hubungan di Kehidupan Sehari-Hari

  • Di sekolah ada norma tata tertib → siswa wajib tertib, sehingga hak belajar bersama tidak terganggu.
  • Di rumah ada norma kesopanan → saling menghormati, sehingga hak untuk merasa aman dan nyaman terpenuhi.
  • Di masyarakat ada norma hukum → melarang mencuri, sehingga hak orang lain untuk memiliki barang tetap terlindungi.

 

6. Pentingnya Melaksanakan Hak dan Kewajiban dengan Seimbang

Seorang pelajar harus:

  • Tidak hanya menuntut hak, tetapi juga melaksanakan kewajiban.
  • Bersikap bertanggung jawab sesuai norma yang berlaku.
  • Menghargai hak orang lain.

Jika hak dan kewajiban dilakukan seimbang, kehidupan akan lebih damai, tertib, dan menyenangkan.


Kamis, 13 November 2025

SENI RUPA BAB 5 - ANYAMAN

A. Pengertian Karya Seni Anyaman

Anyaman adalah proses menyilangkan bahan-bahan (seperti bilah bambu, daun pandan, atau kertas) secara tindih-menindih dan silang-menyilang untuk dijadikan satu kesatuan yang kuat dan dapat digunakan.

  • Pada dasarnya, anyaman adalah sebuah bidang yang terwujud karena adanya jalinan ikatan:
    • Lungsi (Horisontal/Membujur): Bahan anyaman yang diletakkan secara mendatar atau membujur.
    • Pakan (Vertikal/Melintang): Bahan anyaman yang disisipkan atau disilangkan pada lungsi secara tegak lurus atau melintang.
https://media.neliti.com/





B. Bahan-Bahan untuk Anyaman

Bahan anyaman bisa dikelompokkan menjadi dua jenis utama:

  1. Bahan Alam:
    • Berasal dari alam, contohnya: bambu, rotan, daun pandan, daun lontar, eceng gondok, pelepah pisang, dan jerami.
  2. Bahan Buatan:
    • Bahan yang dibuat oleh manusia, contohnya: kertas, pita, serat plastik, dan karet.

C. Jenis-Jenis Motif Anyaman (Teknik Dasar)

Motif anyaman terbentuk dari pola silangan antara lungsi dan pakan. Beberapa motif dasar yang umum:

Motif Anyaman

Deskripsi Pola Silangan

Anyaman Tunggal

Setiap helai lungsi ditarik/disilangkan satu per satu dengan satu helai pakan. (Pola: 1 lungsi menindih, 1 lungsi diselipkan)

Anyaman Ganda Dua

Setiap dua helai lungsi ditarik bersama dengan satu helai pakan. (Pola: 2 lungsi menindih, 2 lungsi diselipkan)

Anyaman Ganda Tiga

Setiap tiga helai lungsi ditarik bersama dengan satu helai pakan. (Pola: 3 lungsi menindih, 3 lungsi diselipkan)

Anyaman Kombinasi

Menggabungkan motif tunggal, ganda dua, ganda tiga, dan variasi lainnya untuk membentuk motif yang lebih unik dan indah.

D. Contoh Hasil Karya Anyaman

Karya anyaman memiliki dua bentuk:

1. Anyaman Dua Dimensi (Datar): Memiliki panjang dan lebar (contoh: tikar, bilik, nyiru).

Contoh anyaman dua dimensi
kipas anyaman/kipas sate
tikar anyaman/tikar mendong

bilik bambu/gedek bambu


2. Anyaman Tiga Dimensi (Bervolume): Memiliki panjang, lebar, dan tinggi (contoh: keranjang, tas, topi/caping, bakul, tudung saji, ketupat).

Contoh:
Ketupat
Keranjang bambu

Tas anyaman




BAHASA INDONESIA BAB 4 - IDIOM

 

💡 Apa Itu Idiom?

Idiom, atau sering juga disebut Ungkapan, adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk makna baru yang berbeda dari arti kata-kata pembentuknya.

Mudahnya:

  • Kalau kamu mengartikan kata per kata, maknanya jadi aneh.
  • Idiom harus diartikan sebagai satu kesatuan.

Contoh Sederhana:

Coba bayangkan kata "buah tangan".

  • Kalau diartikan per kata: Buah (hasil pohon) + Tangan (anggota tubuh). Aneh, kan?
  • Makna sebenarnya (idiom): Oleh-oleh.

Buah + Tangan = bukan {Buah dari anggota tubuh} tetapi {Buah tangan} = Oleh-oleh


🧐 Kenapa Kita Memakai Idiom?

  1. Membuat Kalimat Lebih Menarik: Penggunaan idiom membuat bahasa kita lebih indah dan tidak membosankan.
  2. Menyampaikan Pesan Secara Kiasan: Idiom sering digunakan untuk menyampaikan sifat atau keadaan seseorang tanpa mengatakannya secara langsung.

📝 Contoh-Contoh Idiom Populer

Berikut adalah beberapa contoh idiom yang sering digunakan, lengkap dengan maknanya dan contoh kalimatnya:

Idiom

Makna Sebenarnya

Contoh Kalimat

Banting tulang

Kerja keras sekali

Ayah harus banting tulang setiap hari untuk membiayai sekolah kami.

Tinggi hati

Sombong atau angkuh

Jangan menjadi anak yang tinggi hati meskipun kamu juara kelas.

Rendah hati

Tidak sombong

Kakak sangat pintar, tetapi ia tetap rendah hati dan suka membantu.

Panjang tangan

Suka mencuri

Anak itu dijauhi teman-temannya karena terkenal panjang tangan.

Buah tangan

Oleh-oleh

Bibi datang dari Bandung dengan membawa buah tangan berupa kue.

Anak emas

Anak kesayangan

Doni menjadi anak emas di keluarganya karena ia paling penurut.

Kepala dingin

Tenang dan sabar

Selesaikan masalah ini dengan kepala dingin agar tidak ada yang marah.

Gulung tikar

Bangkrut (usaha tutup)

Karena sepi pembeli, toko kue di pasar itu terpaksa gulung tikar.

Naik daun

Menjadi terkenal/populer

Nama penyanyi cilik itu langsung naik daun setelah lagunya viral.

Kambing hitam

Orang yang dipersalahkan (padahal belum tentu salah)

Dia dijadikan kambing hitam atas kesalahan yang dibuat oleh kelompoknya.

 

💬 Daftar Idiom Bahasa Indonesia dan Contohnya

No

Idiom

Artinya

Contoh Kalimat

1

Panjang tangan

Suka mencuri

Jangan berteman dengan orang yang panjang tangan.

2

Kambing hitam

Orang yang disalahkan atas kesalahan orang lain

Andi dijadikan kambing hitam dalam masalah itu.

3

Naik daun

Sedang terkenal

Penyanyi itu sedang naik daun karena lagunya populer.

4

Tangan dingin

Pandai membuat sesuatu berhasil

Pelatih itu dikenal punya tangan dingin karena timnya selalu menang.

5

Mata duitan

Terlalu memikirkan uang

Ia disebut mata duitan karena hanya mau berteman dengan orang kaya.

6

Ringan tangan

Suka membantu orang lain

Ayahku orang yang ringan tangan, selalu siap menolong tetangga.

7

Kepala dingin

Tenang dan sabar

Dalam menghadapi masalah, kita harus berkepala dingin.

8

Buah tangan

Oleh-oleh

Paman membawa buah tangan dari Jakarta.

9

Tutup usia

Meninggal dunia

Kakek Andi sudah tutup usia kemarin sore.

10

Naik pitam

Marah sekali

Ayah naik pitam karena adik berbohong.

11

Banting tulang

Bekerja keras

Ayah banting tulang demi menghidupi keluarga.

12

Tangan besi

Memerintah dengan keras

Kepala sekolah itu terkenal dengan sikap tangan besi.

13

Kutu buku

Suka membaca

Sinta disebut kutu buku karena selalu membawa buku ke mana pun.

14

Besar kepala

Sombong

Jangan besar kepala hanya karena mendapat nilai tinggi.

15

Setengah hati

Tidak sungguh-sungguh

Ia belajar dengan setengah hati sehingga nilainya jelek.

16

Angkat kaki

Pergi atau meninggalkan tempat

Setelah acara selesai, kami semua angkat kaki dari aula.

17

Makan hati

Kecewa atau sedih

Ia makan hati karena temannya tidak menepati janji.

18

Tinggi hati

Sombong

Kita tidak boleh tinggi hati walaupun pintar.

19

Buka mulut

Mulai bicara

Setelah lama diam, akhirnya ia buka mulut juga.

20

Tulang punggung

Orang yang menjadi penopang keluarga

Ayah adalah tulang punggung keluarga kami.

21

Kaki tangan

Pembantu atau orang kepercayaan

Polisi menangkap kaki tangan pencuri itu.

22

Naik darah

Marah

Ibu naik darah melihat rumah berantakan.

23

Buah bibir

Jadi bahan pembicaraan orang

Keberhasilannya menjadi buah bibir di sekolah.

24

Bunga tidur

Mimpi

Tadi malam aku melihat pelangi dalam bunga tidurku.

25

Turun tangan

Ikut membantu

Guru akhirnya turun tangan membantu murid yang kesulitan.


Rabu, 12 November 2025

IPAS BAB 4 - SIKLUS AIR

 Mengenal Siklus Air (Siklus Hidrologi)

Halo! Air yang kita minum dan gunakan setiap hari adalah air yang sama dengan yang diminum oleh dinosaurus jutaan tahun lalu, lho! Kok bisa? Itu karena air di Bumi tidak pernah habis, ia hanya bergerak dan berubah bentuk dalam sebuah siklus yang disebut Siklus Air atau Siklus Hidrologi.

Siklus air adalah perjalanan air yang terus-menerus dari permukaan Bumi (laut, sungai, danau) ke atmosfer (udara), lalu kembali lagi ke Bumi. Proses ini digerakkan oleh energi matahari.


🔄 Tahapan Ajaib dalam Siklus Air

Bayangkan siklus air seperti sebuah lingkaran perjalanan tanpa akhir. Ini adalah tahapan-tahapan utamanya:

https://sma13smg.sch.id/


1. Evaporasi (Penguapan)

Matahari adalah "kompor" raksasa. Ketika sinarnya memanaskan permukaan laut, sungai, dan danau, air di permukaannya berubah menjadi uap air (gas) yang ringan dan naik ke udara.

Contoh sederhana: Seperti saat kamu merebus air, uapnya naik ke atas. Atau, saat menjemur baju basah, airnya "hilang" (menguap) karena panas matahari.

2. Transpirasi (Penguapan dari Tumbuhan)

Tumbuhan juga "bernapas" dan mengeluarkan uap air melalui daunnya. Proses ini disebut transpirasi. Ini seperti cara tumbuhan "berkeringat". Uap air ini juga ikut naik ke atmosfer.

3. Kondensasi (Pengembunan)

Semakin tinggi di atmosfer, suhunya semakin dingin. Ketika uap air yang hangat tadi sampai di tempat dingin, ia berubah kembali menjadi titik-titik air yang sangat kecil.

Contoh sederhana: Seperti saat kamu meletakkan gelas berisi es di meja. Bagian luar gelas akan basah, kan? Itu adalah uap air di udara yang mendingin dan berubah jadi air saat menyentuh gelas dingin.

Titik-titik air ini berkumpul dan membentuk awan.

4. Presipitasi (Jatuhnya Air)

Ketika awan sudah terlalu "berat" karena terisi banyak sekali titik-titik air, air itu akan jatuh kembali ke Bumi. Inilah yang kita sebut:

  • Hujan (jika suhunya hangat)
  • Salju (jika suhunya sangat dingin/beku)
  • Hujan es

5. Infiltrasi dan Koleksi (Penyerapan dan Pengumpulan)

Setelah jatuh ke Bumi, air akan pergi ke mana?

  • Infiltrasi: Sebagian air akan meresap ke dalam tanah. Air ini menjadi air tanah, yang diserap oleh akar tumbuhan atau mengalir di bawah tanah.
  • Koleksi: Sebagian lagi akan mengalir di permukaan tanah, kembali ke sungai, danau, dan akhirnya berkumpul kembali di laut.

Dari laut, sungai, dan danau, air akan menguap lagi (Evaporasi) dan siklus pun dimulai dari awal!


💡 Penerapan: Mengapa Siklus Air Penting bagi Kita?

Siklus air bukan hanya gambar di buku pelajaran, tapi sangat memengaruhi kehidupan kita (inilah bagian "Penerapan" atau hubungannya dengan manusia).

1. Ketersediaan Air Bersih

Proses infiltrasi (penyerapan ke tanah) sangat penting! Air yang meresap ke tanah akan disaring secara alami oleh bebatuan dan lapisan tanah, sehingga menjadi air tanah yang bersih. Inilah air yang sering kita gunakan untuk minum dan mandi (melalui sumur atau mata air).

2. Pertanian dan Irigasi

Hujan (Presipitasi) adalah sumber air utama bagi sawah dan kebun. Petani sangat bergantung pada siklus air ini agar tanamannya bisa tumbuh subur.

3. Menjaga Suhu Bumi

Proses penguapan (Evaporasi) membantu mendinginkan permukaan Bumi, sama seperti keringat yang mendinginkan tubuh kita.


⚠️ Penerapan: Dampak Aktivitas Manusia pada Siklus Air

Sayangnya, kegiatan kita sehari-hari bisa mengganggu siklus air. Ini adalah penerapan ilmu siklus air untuk memahami masalah lingkungan:

1. Penebangan Hutan (Deforestasi)

  • Masalah: Jika pohon-pohon di hutan ditebang, tidak ada lagi akar kuat yang menahan air hujan.
  • Dampak: Proses Infiltrasi (penyerapan) berkurang drastis. Air tidak meresap ke tanah, tapi langsung mengalir deras di permukaan.
  • Akibat: Terjadilah banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau (karena cadangan air tanah menipis).

2. Pembangunan Kota (Betonisasi)

  • Masalah: Di kota besar, tanah ditutup oleh aspal, semen, dan bangunan.
  • Dampak: Sama seperti penebangan hutan, air hujan tidak bisa meresap (infiltrasi) ke dalam tanah.
  • Akibat: Air menggenang dan menyebabkan banjir perkotaan.

3. Polusi Udara

  • Masalah: Asap pabrik dan kendaraan melepaskan zat kimia kotor ke udara.
  • Dampak: Zat kotor ini bercampur dengan uap air di awan (Kondensasi).
  • Akibat: Air hujan (Presipitasi) yang turun menjadi kotor dan bersifat asam, yang disebut hujan asam. Hujan asam bisa merusak tanaman dan bangunan.

🌱 Penerapan: Apa yang Bisa Kita Lakukan? (Solusinya)

Karena kita sudah paham siklus air dan gangguannya, kita bisa melakukan "penerapan" yang baik untuk menjaganya:

  1. Reboisasi (Menanam Pohon Kembali): Menanam pohon membantu akar-akar baru menahan air dan meningkatkan infiltrasi.
  2. Membuat Sumur Resapan: Ini adalah lubang atau sumur khusus di halaman rumah atau taman kota untuk "memaksa" air hujan agar meresap ke dalam tanah, bukan terbuang ke selokan.
  3. Menghemat Air: Menggunakan air secukupnya berarti kita menjaga ketersediaan air tanah yang berharga.
  4. Tidak Membuang Sampah Sembarangan: Sampah yang menyumbat selokan dan sungai akan menghalangi aliran air (Koleksi) dan menyebabkan banjir.

 

BAHASA INDONESIA BAB 4 - WAWANCARA

  ruangguru Wawancara Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang bertanya) dan narasu...