Gangguan Sistem Pencernaan Manusia
1. Pengertian Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan adalah sistem organ dalam tubuh manusia
yang berfungsi mengolah makanan menjadi zat gizi yang dapat diserap
tubuh serta membuang sisa makanan yang tidak diperlukan.
Organ pencernaan utama meliputi:
- Mulut
- Kerongkongan
- Lambung
- Usus
halus
- Usus
besar
- Anus
Organ pencernaan tambahan:
- Kelenjar
ludah
- Hati
Hati adalah organ pencernaan
tambahan yang berperan sangat penting dalam proses pencernaan makanan. Hati
terletak di bagian kanan atas rongga perut, tepat di bawah diafragma,
dan berwarna merah kecokelatan.
Fungsi hati adalah:
a. Menghasilkan Cairan Empedu
Hati menghasilkan cairan
empedu yang berfungsi untuk:
·
Membantu mengemulsikan lemak (memecah
lemak menjadi bagian kecil)
·
Mempermudah kerja enzim pencernaan lemak
·
Membantu penyerapan vitamin yang larut dalam
lemak (vitamin A, D, E, dan K)
Cairan empedu disimpan sementara
di kantung empedu, lalu dialirkan ke usus halus (usus dua belas jari)
saat diperlukan.
b. Mengatur Kadar Zat Gizi
Hati membantu:
·
Menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen
·
Melepaskan glukosa kembali ke darah saat tubuh
membutuhkan energi
c. Menetralisir Racun
Hati berfungsi sebagai penyaring
racun, yaitu:
· Menetralisir
zat berbahaya dari makanan dan minuman
· Mengolah
sisa obat-obatan agar aman bagi tubuh
d. Mengolah Hasil Pencernaan
Zat makanan yang telah diserap
usus halus akan dibawa ke hati untuk:
·
Diolah dan disimpan
·
Didistribusikan ke seluruh tubuh sesuai
kebutuhan
- Pankreas
Pankreas adalah organ
pencernaan tambahan yang berperan penting dalam membantu proses pencernaan
makanan. Pankreas terletak di bagian belakang lambung dan berbentuk
memanjang.
Fungsi prankeas adalah
a. Menghasilkan Enzim
Pencernaan
Pankreas menghasilkan berbagai enzim
pencernaan yang dialirkan ke usus halus (usus dua belas jari) untuk
membantu mencerna makanan, yaitu:
·
Amilase pankreas
Berfungsi menguraikan karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana.
·
Tripsin
Berfungsi menguraikan protein menjadi asam amino.
·
Lipase pankreas
Berfungsi menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
b. Menghasilkan Cairan
Bersifat Basa
Pankreas juga menghasilkan cairan
bersifat basa (alkali) yang berfungsi untuk:
·
Menetralisir asam dari lambung
·
Melindungi dinding usus halus
·
Membantu enzim pencernaan bekerja dengan optimal
2. Gangguan pada Sistem Pencernaan dan Penyebabnya
a. Sakit Gigi
Sakit gigi adalah kondisi ketika gigi
terasa nyeri atau ngilu akibat adanya gangguan pada gigi atau gusi. Sakit
gigi termasuk gangguan pada organ pencernaan bagian awal, karena gigi
berfungsi untuk mengunyah makanan.
Penyebab:
- Jarang
menyikat gigi
- Terlalu
sering mengonsumsi makanan manis
- Infeksi
bakteri
Dampak:
Mengganggu proses mengunyah makanan sehingga pencernaan tidak optimal.
b. Sariawan
Sariawan adalah luka kecil
pada bagian dalam mulut, seperti lidah, gusi, atau pipi bagian dalam.
Sariawan termasuk gangguan pada organ pencernaan bagian awal, karena
mulut merupakan tempat pertama proses pencernaan berlangsung.
Penyebab:
- Kekurangan
vitamin C
- Kurang
menjaga kebersihan mulut
- Luka
pada rongga mulut
c. Maag (Gastritis)
Maag adalah gangguan pada lambung
yang terjadi karena peradangan atau iritasi dinding lambung. Iritasi ini
disebabkan lambung yang kosong atau makan tidak teratur, namun tetap bekerja
dan melukai dinding lambung selain itu juga akibat kelebihan asam lambung. Dalam
istilah medis, maag disebut gastritis. Lambung merupakan organ penting
dalam sistem pencernaan yang berfungsi mencerna makanan.
Penyebab:
- Pola
makan tidak teratur
- Terlalu
sering makan pedas dan asam
- Stres
Gejala:
Perut perih, mual, dan kembung.
d. Diare
Diare adalah gangguan pada sistem
pencernaan, khususnya usus besar yang tidak maksimal menyerap air
sisa makanan, yang ditandai dengan buang air besar lebih sering dari
biasanya dan tinja berbentuk cair.
Penyebab:
- Makanan
atau minuman yang tercemar kuman
- Air
yang tidak bersih
- Infeksi
bakteri atau virus
Dampak:
Tubuh kehilangan banyak cairan.
e. Sembelit (Konstipasi)
Sembelit adalah gangguan pada sistem
pencernaan, khususnya usus besar, yang ditandai dengan sulit
buang air besar atau buang air besar yang jarang dengan tinja keras dan
kering.
Penyebab:
- Kurang
makan sayur dan buah
- Kurang
minum air putih
- Kurang
aktivitas fisik
f. Penyakit liver (Penyakit Hati)
Penyakit liver adalah kondisi
ketika organ hati tidak dapat bekerja dengan baik akibat kerusakan atau
peradangan. Hati merupakan organ penting dalam sistem pencernaan karena
berfungsi menghasilkan empedu dan mengolah zat gizi.
Penyebab Penyakit Liver
Penyakit liver dapat disebabkan
oleh beberapa hal, antara lain:
- Infeksi virus yang menyerang hati
- Konsumsi makanan tidak sehat atau berlemak
berlebihan
- Keracunan makanan atau zat berbahaya
- Penggunaan obat-obatan secara sembarangan
- Kebersihan makanan dan minuman yang buruk
Jika hati mengalami gangguan:
- Produksi empedu berkurang
- Pencernaan lemak menjadi tidak sempurna
- Penyerapan vitamin tertentu terganggu
- Tubuh kekurangan zat gizi penting
g. Keracunan Makanan
Keracunan makanan adalah kondisi ketika seseorang mengalami
gangguan pada sistem pencernaan setelah mengonsumsi makanan atau minuman
yang tercemar oleh kuman, racun, atau zat berbahaya.
Penyebab:
- Mengonsumsi
makanan basi atau kedaluwarsa
- Makanan
yang tidak higienis
3. Cara Menjaga Kesehatan Organ Pencernaan
a. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Seimbang
Makanlah makanan yang mengandung:
·
Karbohidrat
·
Protein
·
Lemak sehat
·
Vitamin dan mineral
Agar tubuh memperoleh energi dan
zat gizi yang cukup.
b. Memperbanyak Konsumsi Sayur
dan Buah
Sayur dan buah mengandung serat
yang berfungsi untuk:
·
Melancarkan buang air besar
·
Mencegah sembelit
·
Menjaga kesehatan usus
c. Minum Air Putih yang Cukup
Air putih membantu:
·
Proses pencernaan
·
Penyerapan zat gizi
·
Mencegah tinja menjadi keras
Disarankan minum air putih
minimal 6–8 gelas sehari.
d. Makan Secara Teratur
Makan tepat waktu membantu:
·
Menjaga kerja lambung tetap normal
·
Mencegah maag
·
Mengatur produksi asam lambung
e. Mengunyah Makanan dengan
Baik
Mengunyah makanan sampai halus
akan. Secara umum, makanan sebaiknya dikunyah sekitar 20–30 kali sebelum
ditelan.
Tujuannya agar:
·
Makanan menjadi lebih halus
·
Mudah dicerna oleh lambung dan usus
·
Enzim pencernaan bekerja lebih efektif
·
Mempermudah kerja lambung
·
Membantu penyerapan zat gizi
·
Menghindari gangguan pencernaan
f. Menjaga Kebersihan Diri dan
Makanan
·
Mencuci tangan sebelum makan
·
Mengonsumsi makanan bersih dan matang
·
Menggunakan alat makan yang bersih
Hal ini mencegah diare dan
keracunan makanan.
g. Menghindari Jajan
Sembarangan
Jajanan yang tidak higienis dapat
mengandung kuman dan racun yang berbahaya bagi pencernaan.
h. Tidak Menunda Buang Air
Besar
Menunda buang air besar dapat
menyebabkan:
·
Sembelit
·
Gangguan pada usus besar
i. Berolahraga Secara Teratur
Aktivitas fisik membantu:
·
Melancarkan kerja usus
·
Menjaga berat badan ideal
·
Menyehatkan sistem pencernaan
j. Menghindari Kebiasaan Buruk
Seperti:
·
Terlalu sering makan makanan pedas dan berlemak
·
Kurang tidur
· Mengonsumsi obat tanpa aturan
Makanan dan Minuman Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan berfungsi mengolah makanan menjadi zat
gizi yang dibutuhkan tubuh. Jika kita sering mengonsumsi makanan atau minuman
yang tidak sehat, sistem pencernaan dapat mengalami gangguan seperti diare,
maag, sembelit, dan sakit perut.
1. Makanan Pedas Berlebihan
Makanan pedas dapat merangsang dinding lambung.
- Jika
dikonsumsi terlalu sering dapat menyebabkan maag, perut perih, dan mual.
- Cabai
mengandung zat yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Contoh: sambal berlebihan, mie pedas ekstrem.
2. Makanan Berlemak dan Berminyak
Makanan berlemak sulit dicerna oleh tubuh.
- Dapat
menyebabkan perut kembung, mual, dan sakit perut.
- Lemak
berlebih memperlambat kerja lambung.
Contoh: gorengan, fast food, kulit ayam goreng.
3. Makanan Tidak Higienis (Kotor)
Makanan yang tidak bersih dapat mengandung kuman dan
bakteri.
- Menyebabkan
diare, muntaber, dan disentri.
- Kuman
masuk ke saluran pencernaan dan mengganggu kerja usus.
Contoh: jajanan terbuka, makanan yang dihinggapi
lalat.
4. Makanan dan Minuman Terlalu Manis
Kadar gula yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan bakteri
baik di usus.
- Dapat
menyebabkan perut kembung dan diare.
- Jika
sering dikonsumsi, tidak baik untuk kesehatan pencernaan.
Contoh: permen, cokelat berlebihan, minuman sirup.
5. Makanan Instan dan Olahan
Makanan instan biasanya rendah serat dan tinggi pengawet.
- Dapat
menyebabkan sembelit karena kurang serat.
- Jika
sering dikonsumsi, kerja usus menjadi tidak lancar.
Contoh: mie instan, sosis, nugget.
6. Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung gas dan asam.
- Menyebabkan
perut kembung dan rasa tidak nyaman.
- Dapat
memperparah gangguan asam lambung.
7. Minuman Berkafein
Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung.
- Jika
berlebihan dapat menyebabkan maag dan nyeri lambung.
Contoh: kopi, teh pekat.
8. Kurang Mengonsumsi Air Putih
Kurang minum air dapat mengganggu proses pencernaan.
- Menyebabkan
sembelit karena feses menjadi keras.
- Air
membantu melancarkan kerja usus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar